Banyak pola tingkah anak usia 3-6 yang tak terduga dan kadang membuat
orangtua "tak enak hati" dan malu bila dilihat orang lain. Orangtua pun
merasa canggung karena terkesan lalai mengajarkan sopan santun atau
etiket pada anak.
Imam Ratrioso, Psi, Psikolog dan Direktur
Safaro Consulting Jakarta, menjelaskan kajian atau teori psikologi
perkembangan menyebutkan anak usia 3-6 masuk kategori awal masa
kanak-kanak sejak bayi hingga usia enam. Pada masa ini, bisa juga
disebut sebagai dimulainya "masa sulit, masa bermain, masa usia
bertanya, masa menjelajah, masa kreativitas".
Merujuk pada teori
tersebut, bila anak seperti terlihat membuat "malu" orangtua, entah itu
menunjukkan perilaku mengamuk di depan orang banyak atau berbicara
spontan yang dianggap kurang sopan, orangtua mesti melihatnya dari
kacamata perkembangan anak. Bukan dengan paradigma konvensional seperti
halnya kita sebagai orang dewasa.
Artinya, anak usia prasekolah
memang belum bisa memahami secara sempurna konsep etika dan tata krama.
Karena pada usia ini perkembangan kognitifnya masih berada pada taraf
praoperasional. Jangan heran kalau kata-kata sopan atau etika atau tata
krama bahkan sebuah kebaikan atau keburukan belum mampu dipahami dengan
baik oleh anak usia ini. Karenanya penting bagi orangtua atau orang
dewas untuk memahami tahap perkembangan anak ini.
Meski begitu,
bukan berarti orangtua bersikap permisif dan membiarkan atau membolehkan
apa pun yang dillakukan anak. Bagaimana pun etika dan tata krama harus
diajarkan secara konsisten. Anda dapat mengajarkannya melalui ucapan dan
tindakan serta contoh konkret.
Misalnya, kalau Anda ingin
membiasakan anak membuang sampah pada tempatnya, maka sebagai orangtua
Anda harus membuang sampak di tempatnya dan anak melihat langsung apa
yang Anda lakukan. Pengajaran seperti ini dilakukan secara bertahap dan
perlahan, sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak.
Berikut
beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua agar si prasekolah dapat
berperilaku baik di depan umum dan tak "membuat malu" orangtuanya:
* Orangtua menjadi role model.
Anak
adalah peniru ulung. Oleh karena itu, tunjukkan bahwa orangtua pantas
menjadi teladan bagi anak. Bagaimana cara Anda bersikap baik pada orang
lain akan direkam oleh anak untuk kemudian ditunjukkannya dengan cara
yang sama kepada orang lain.
* Bermula dari hal sederhana dan keseharian.
Lupakan
cara mengajarkan tata krama, etika ataupun sopan santun lewat ceramah
sampai mulut "berbusa". Pasalnya, kemampuan dan pemahaman si kecil masih
terbatas dan masih akan terus berkembang. Lebih baik mengajarinya lewat
hal kecil dan sederhana dalam keseharian. Umpana, selalu ingat
mengucapkan "terima kasih" ketika menerima sesuatu dari orang lain,
mengucapkan "maaf" bila melakukan kekeliruan atau kesalahan, mengatakan
"tolong" untuk meminta bantuan, atau mengucapkan "permisi" ketika hendak
melewati orang lain. Begitu juga ajari anak untuk menyapa orang lain
dengan sebutan yang baik, seperti Om, Tante, dan Kakak kepada orang yang
lebih tua.
Sabtu, 03 November 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
Mitos asal muasal larangan menikah Sunda-Jawa
Pernahkah anda mendengar bahwa orang Sunda dilarang menikah dengan orang
Jawa atau sebaliknya? Ternyata hal itu hingga ini masih dipercaya oleh
sebagian masyarakat kita. Lalu apa sebabnya?
Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.
Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.
Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.
Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.
Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.
Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.
Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.
Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.
"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.
Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).
Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.
Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.
Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.
Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.
Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.
Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.
Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.
Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.
Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.
Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.
Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.
Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut.
Lalu mengapa orang Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga. Tidak ada literatur yang menuliskan tentang asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.
Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.
Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit.
Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit.
Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.
Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan oleh untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.
Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.
"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.
Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).
Pihak Pajajaran tidak terima bila kedatangannya ke Majapahit hanya menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada.
Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.
Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu.
Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat.
Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.
Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri.
Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.
Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana.
Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.
Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.
Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.
Sabtu, 27 Oktober 2012
MENGEROSI BUDAYA MEMBOLOS
Mengerosi budaya membolos
Penyimpangan perilaku siswa tidak mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah tanpa alasan yang tidak tepat atau lebih tepatnya dikatakan membolos adalah sudah ada sejak dulu baik terjadi di perkotaan maupun di daerah. Dalam penanganan siswa yang membolos terkesan guru sering terlalu cepat menvonis untuk dikatogorikan siswa yang nakal sehingga perlu adanya sanksi tegas tanpa adanya pembimbingan dan pembinaan sebagai program tindak lanjut. Dan anehnya sering orang tua siswa cenderung membela atau menutupi perilaku anaknya dengan membela dan memberikan seribu alasan dengan tujuan anaknya terhindar dari sanksi yang diberikan pihak sekolah.
Fenomena siswa membolos memang bisa berdampak pada kenakalan remaja, tawauran siswa, tindak kriminal, nakoba dan pergaulan bebas adalah salah satu dampaknya, Tetapi tidak semua siswa membolos akan bermuara ke arah kenakalan remaja. Kita harus bijaksana menyikapai dan menangani permasalahan tersebut.
Membolos dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat. Atau bisa juga dikatakan ketidak hadiran tanpa alasan yang jelas.
Membolos merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan perilaku siswa, yang jika tidak segera diselesaikan dan dicarikan solusinnya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah. Oleh karena itu penanganan terhadap siswa yang suka membolos menjadi perhatian yang sangat serius. Penanganan tidak saja dilakukan oleh sekolah, tetapi pihak keluarga juga perlu dilibatkan. Malah terkadang penyebab utama siswa membolos lebih sering berasal dari dalam keluarga itu sendiri. Jadi komunikasi antara pihak sekolah dengan pihak keluarga menjadi sangat penting dalam pemecahan masalah siswa tersebut.
Perilaku membolos ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Bukan saja hanya perhatian yang berasal dari pihak sekolah, melainkan juga perhatian yang berasal dari orang tua dan pemerintah. Perilaku membolos sangat merugikan dan bahkan bisa saja menjadi sumber masalah baru. Apabila hal ini terus menerus dibiarkan berlalu, maka yang bertanggung jawab atas semua ini bukan saja dari siswa itu sendiri melainkan dari pihak sekolah ataupun guru yang menjadi orang tua di sekolah juga akan ikut menangungnya.
Faktor penyebab siswa membolos
a. Faktor Internal.
Sebab internal adalah sebab prilaku individu yang timbulnya dari dalam kondisi dalam anak itu sendiri yang disebabkan oleh :
1. Perasaan rendah diri
Perasaan diri tidak mampu dan takut akan selalu gagal membuat siswa tidak percaya diri dengan segala yang dilakukannya. Ia tidak ingin malu, merasa tidak berharga, serta dicemooh sebagai dan diejek dari kegagalan nya. Perasan rendah diri tidak selalu muncul pada setiap mata pelajaran. Terkadang ia merasa tidak mampu dengan mata pelajaran matematika, tetapi ia mampu pada mata pelajaran biologi. Pada mata pelajaran yang ia tidak suka, ia cenderung berusaha untuk menghindarinya, sehingga ia akan pilih-pilih jika akan masuk sekolah.
Sementara itu siswa tidak menyadari bahwa dengan tidak masuk sekolah justru membuat dirinya ketinggalan materi pelajaran. Melarikan diri dari masalah malah akan menambah masalah
2. Perasaan Termarginalkan.
Perasaan tersisihkan tentu tidak diinginkan semua orang. Tetapi kadang rasa itu muncul tanpa kita inginkan. Seringkali anak dibuat merasa bahwa ia tidak diinginkan atau diterima di kelasnya. Perasaan ini bisa berasal dari teman sekelas atau mungkin gurunya sendiri dengan sindiran atau ucapan. Siswa yang ditolak oleh teman-teman sekelasnya, akan merasa lebih aman berada di rumah. Ada siswa yang tidak masuk sekolah karena takut oleh ancaman temannya. Ada juga yang diacuhkan oleh teman-temannya, ia tidak diajak bermain, atau mengobrol bersama. Penolakan siswa terhadap siswa lain dapat disebabkan oleh faktor tertentu, misalnya faktor SARA.
b. Faktor Eksternal.
Sebab eksternal adalah sebab-sebab yang timbul dari luar diri seseorang. Sebab eksternal ini berpangkal dari keluarga, lingkungan sosial dan sekolah
1. Faktor keluarga.
Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali di kenal oleh anak. Anak mulai menerima nilai-nilai baru dari dalam keluarga dan dari keluarga inilah anak mulai mensosialisasikan diri. Lingkungan keluarga diakui oleh semua ahli pendidikan maupun psikologi sebagai lingkungan yang sangat menentukan bagi perkembagan anak selanjutnya. Pola asuh yang keliru dapat m
Mengembangkan interaksi guru dan siswa yang baik
Proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi
antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Guru dapat merancang
model-model pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal.
Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan
kebutuhan siswa. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru, guru
sebagai orang tua, dan guru sebagai sejawat belajar.
Proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Guru dapat merancang model-model pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru, guru sebagai orang tua, dan guru sebagai sejawat belajar.
1. Guru sebagai guru.
Pekerjaan utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa siswa, yang berusaha agar semua siswanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diajarkan dengan baik.
2. Guru sebagai orang tua.
Tempat mencurahkan segala perasaan siswa, tempat mengadu siswa ketika mengalami gangguan. Siswa merasa aman dan nyaman ketika dekat dengan guru, bahkan merasa rindu jika tidak bertemu guru. Interaksi guru dan siswa bagaikan hubungan orang tua dan anak, hangat, akrab, harmonis, dan tulus.
3. Guru sebagai teman.
Sebagai pasangan untuk berbagai pengalaman dan beradu argumentasi dalam diskusi secara informal. Guru tidak merasa direndahkan jika siswa tidak sependapat, atau memang pendapat siswa yang benar, dan menerima saran siswa murid yang masuk akal. Hubungan guru dan siswa mengutamakan nilai-nilai demokratis dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran akan efektif, jika komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa terjadi secara intensif. Guru dapat merancang model-model pembelajaran sehingga siswa dapat belajar secara optimal. Guru mempunyai peran ganda dan sangat strategis dalam kaitannya dengan kebutuhan siswa. Peran dimaksudkan adalah guru sebagai guru, guru sebagai orang tua, dan guru sebagai sejawat belajar.
1. Guru sebagai guru.
Pekerjaan utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa siswa, yang berusaha agar semua siswanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang diajarkan dengan baik.
2. Guru sebagai orang tua.
Tempat mencurahkan segala perasaan siswa, tempat mengadu siswa ketika mengalami gangguan. Siswa merasa aman dan nyaman ketika dekat dengan guru, bahkan merasa rindu jika tidak bertemu guru. Interaksi guru dan siswa bagaikan hubungan orang tua dan anak, hangat, akrab, harmonis, dan tulus.
3. Guru sebagai teman.
Sebagai pasangan untuk berbagai pengalaman dan beradu argumentasi dalam diskusi secara informal. Guru tidak merasa direndahkan jika siswa tidak sependapat, atau memang pendapat siswa yang benar, dan menerima saran siswa murid yang masuk akal. Hubungan guru dan siswa mengutamakan nilai-nilai demokratis dalam proses pembelajaran.
KURIKULUM BARU TUNTAS AKHIR TAHUN 2012
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menyebutkan, pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan yang baru telah mencapai 25 persen dan dijadwalkan tuntas pada akhir 2012.
"Proses penyusunan kurikulum terus dilakukan, saat ini sudah mencapai 25 persen. Akhir 2012 dipastikan sudah rampung," kata Wamendikbud di sela-sela pembukaan TOT Pembentukan Karakter pada Guru dan Kepala Sekolah di Bandung, Minggu (21/10/2012).
Tahun depan sudah ada buku dan penataan di beberapa sektor sehingga bisa digulirkan pada tahun ajaran baru 2013.
Meski demikian, dalam prosesnya masih terus menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat, pakar, dan juga dari beberapa stakeholder pendidikan di Indonesia.
Salah satunya yang mendapat respons dari masyarakat adalah terkait penyederhanaan kurikulum, termasuk melakukan pemadatan pada mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.
"Penyederhanaan kurikulum menjadi salah satu yang mendapat respons cukup signifikan, termasuk adanya pengurangan mata pelajaran seperti di tingkat SD," katanya.
Hal itu untuk merespons adanya pendapat yang menyebutkan bahwa anak dijejali banyak pelajaran sehingga dilakukan penyesuaian dalam kurikulum baru.
Musliar mencontohkan, dalam kurikulum baru untuk tingkat SD diwacanakan hanya ada enam mata pelajaran, yakni Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
"IPA tidak ada, dalam kurikulum baru ilmu pengetahuan akan diintegrasikan dengan pelajaran lain, termasuk salah satunya ilmu bahasa dikemas dalam konteks yang lebih menarik," katanya.
Penjaskes juga diintegrasikan dengan penerapan nilai dan karakter, mendorong kerja keras dan cinta Tanah Air.
"Ini kesempatan menata kurikulum, jangan sampai ada istilah siswa terbebani. Mereka bersekolah, tetapi tetap bisa menikmati masa kanak-kanak," kata Musliar.
Dalam kurikulum baru, kata dia, peserta didik didorong untuk mengenali lingkungan sekitarnya dan potensi masing-masing.
Di sisi lain, kata Wamendikbud, model implementasinya juga masih akan dibahas kembali.
"Implementasinya belum disepakati, untuk tingkatan SD hingga perguruan tinggi, apakah ploting-nya di sekolah kabupaten atau provinsi. Masih akan disusun dan disepakati. Saya sendiri tidak sabar menunggu 2013, seperti apa sekolah-sekolah menerapkan kurikulum baru itu," kata Wamendikbud.
fcbarca: Brazilian goalkeeper score a goal in the last minu...
fcbarca: Brazilian goalkeeper score a goal in the last minu...: La incorporación de Neymar al FC Barcelona, centro de constantes rumores desde hace meses, cobra cada vez más fuerza. Una prueba d...
Jumat, 26 Oktober 2012
JADWAL SUSUNAN ACARA SEREN TAUN 2012,CIGUGUR-KUNINGAN
Penghujung tahun 1945 saka sudah di depan mata,seperti biasa tradisi UPACARA ADAT SEREN TAUN akan diadakan oleh masyarakat Cigugur -Kuningan pada penghujung tahun yakni pada bulan Rayagung ini. Adapun puncak acara seren taun tersebut jatuh pada tanggal 22 Rayagung 1945 SAKA, atau tanggal 07 November 2012 pada penanggalan Masehi.
Berikut ini adalah JADWAL SUSUNAN ACARA SEREN TAUN 2012,CIGUGUR-KUNINGAN
Susunan Acara Upacara Adat Seren Taun 2012
No
Hari, Tanggal
Waktu
Acara
Tempat
1.
Jum'at, 02 Nov 2012
18.30 - 19.00
Damar Sewu
Halaman Gedung Paseban
19.00 - 19.30
Karinding Kontemporer
Taman Sari Paseban
19.30 - 20.15
Pentas Seni STSI
Taman Sari Paseban
2.
Sabtu, 03 Nov 2012
08.30 - 09.30
Pesta Dadung
Situ Hyang
09.30 - 09.45
Pembuangan Hama
Situ Hyang
09.45 - 10.00
Penanaman Hama
Situ Hyang
10.00 - 10.30
Seribu Kentongan
Situ Hyang - Paseban
10.30 - 11.00
Gending Pangbage
Taman Sari Paseban
13.30 - 15.30
Pasanggiri Pupuh Tingkat SD se-Kecamatan Cigugur
Aula SMP Tri Mulya Cigugur
13.30 - 15.30
Lomba Menggambar dan Mewarnai (Anak)
Taman Sari Paseban
15.30 - 16.00
Tari Tani Anak
Taman Sari Paseban
16.00 - 16.30
Kaulinan Barudak
Taman Sari Paseban
16.30 - 17.00
Pengumuman Hasil Lomba Menggambar dan Mewarnai
Taman Sari Paseban
19.30 - 21.00
Pentas Kesenian Anak
Taman Sari Paseban
3.
Minggu, 04 Nov 2012
08.00 - 10.30
Lomba Panahan Tradisional
Lapangan Sepak Bola Cigugur
08.00 - 12.00
Pengobatan Gratis Dari RS. Sekar Kamulyan Cigugur
Taman Sari Paseban
11.00 - 13.00
Lomba Permainan Tradisional Egrang (Patikluk)
Lapangan Sepak Bola Cigugur
14.00 - 16.00
Lomba Nyiblung, Datung Buyung, Ngukuy Artos
Kolam Cigugur
19.00 - 23.00
Pagelaran Seni Purwawirahma
Taman Sari Paseban
4.
Senin, 05 Nov 2012
08.00 - 12.00
Pengobatan Geratis dari RSU Kuningan Medical Center
Taman Sari Paseban
09.00 - 11.00
Pelatihan Tata Rias
Aula SMP Tri Mulya Cigugur
10.00 - 12.00
Workshop Iket
Taman Sari Paseban
19.30 - 21.00
Pentas Kesenian Klasik Khas Daerah Kuningan
Taman Sari Paseban
21.00 - 21.30
Tari Lenyapan Bapa-Bapa
Taman Sari Paseban
5.
Selasa, 06 Nov 2012
08.30-10.00
Dialog Masyarakat Adat
Gedung Paseban
14.00-17.00
Helaran Budaya
Cigugur - Kuningan Kota
19.20-19.50
Doa Bersama
Gedung Paseban
19.50-21.30
Kidung Spiritual
Gedung Paseban
21.30-22.30
Gelar Pusaka Monggang
Gedung Paseban
22.30-23.00
Tari Pwah Aci
Gedung Paseban
23.00-23.30
Ngareremokeun
Gedung Paseban
6.
Rabu, 07 Nov 2012
08.00-16.00
Puncak Acara Seren Taun 22 Rayagung 1945 Saka
Tari Buyung
Halaman Gedung Paseban
Angklung Kanekes
Halaman Gedung Paseban
Angklung Buncis
Halaman Gedung Paseban
Ngajayak
Halaman Gedung Paseban
Sambutan - sambutan
Gedung Paseban
Rajah Pamuka
Gedung Paseban
Penumbukan Padi
Saung Panutuan
20.00 - selesai
Wayang Golek dari Buleud Garut
Taman Sari Paseban
*) Acara sewaktu-waktu dapat berubah
Bagi anda yang berminat hadir untuk mengikuti acara ini anda dapat datang kelokasi acara di GEDUNG CAGAR BUDAYA NASIONAL PASEBAN 351 CIGUGUR-KUNINGAN
Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat pengunjung blog ini
Susunan Acara Upacara Adat Seren Taun 2012
No
|
Hari, Tanggal
|
Waktu
|
Acara
|
Tempat
|
1.
|
Jum'at, 02 Nov 2012 | 18.30 - 19.00 | Damar Sewu | Halaman Gedung Paseban |
| 19.00 - 19.30 | Karinding Kontemporer | Taman Sari Paseban | ||
| 19.30 - 20.15 | Pentas Seni STSI | Taman Sari Paseban | ||
2.
|
Sabtu, 03 Nov 2012 | 08.30 - 09.30 | Pesta Dadung | Situ Hyang |
| 09.30 - 09.45 | Pembuangan Hama | Situ Hyang | ||
| 09.45 - 10.00 | Penanaman Hama | Situ Hyang | ||
| 10.00 - 10.30 | Seribu Kentongan | Situ Hyang - Paseban | ||
| 10.30 - 11.00 | Gending Pangbage | Taman Sari Paseban | ||
| 13.30 - 15.30 | Pasanggiri Pupuh Tingkat SD se-Kecamatan Cigugur | Aula SMP Tri Mulya Cigugur | ||
| 13.30 - 15.30 | Lomba Menggambar dan Mewarnai (Anak) | Taman Sari Paseban | ||
| 15.30 - 16.00 | Tari Tani Anak | Taman Sari Paseban | ||
| 16.00 - 16.30 | Kaulinan Barudak | Taman Sari Paseban | ||
| 16.30 - 17.00 | Pengumuman Hasil Lomba Menggambar dan Mewarnai | Taman Sari Paseban | ||
| 19.30 - 21.00 | Pentas Kesenian Anak | Taman Sari Paseban | ||
| 3. | Minggu, 04 Nov 2012 | 08.00 - 10.30 | Lomba Panahan Tradisional | Lapangan Sepak Bola Cigugur |
| 08.00 - 12.00 | Pengobatan Gratis Dari RS. Sekar Kamulyan Cigugur | Taman Sari Paseban | ||
| 11.00 - 13.00 | Lomba Permainan Tradisional Egrang (Patikluk) | Lapangan Sepak Bola Cigugur | ||
| 14.00 - 16.00 | Lomba Nyiblung, Datung Buyung, Ngukuy Artos | Kolam Cigugur | ||
| 19.00 - 23.00 | Pagelaran Seni Purwawirahma | Taman Sari Paseban | ||
| 4. | Senin, 05 Nov 2012 | 08.00 - 12.00 | Pengobatan Geratis dari RSU Kuningan Medical Center | Taman Sari Paseban |
| 09.00 - 11.00 | Pelatihan Tata Rias | Aula SMP Tri Mulya Cigugur | ||
| 10.00 - 12.00 | Workshop Iket | Taman Sari Paseban | ||
| 19.30 - 21.00 | Pentas Kesenian Klasik Khas Daerah Kuningan | Taman Sari Paseban | ||
| 21.00 - 21.30 | Tari Lenyapan Bapa-Bapa | Taman Sari Paseban | ||
| 5. | Selasa, 06 Nov 2012 | 08.30-10.00 | Dialog Masyarakat Adat | Gedung Paseban |
| 14.00-17.00 | Helaran Budaya | Cigugur - Kuningan Kota | ||
| 19.20-19.50 | Doa Bersama | Gedung Paseban | ||
| 19.50-21.30 | Kidung Spiritual | Gedung Paseban | ||
| 21.30-22.30 | Gelar Pusaka Monggang | Gedung Paseban | ||
| 22.30-23.00 | Tari Pwah Aci | Gedung Paseban | ||
| 23.00-23.30 | Ngareremokeun | Gedung Paseban | ||
| 6. | Rabu, 07 Nov 2012 | 08.00-16.00 | Puncak Acara Seren Taun 22 Rayagung 1945 Saka | |
| Tari Buyung | Halaman Gedung Paseban | |||
| Angklung Kanekes | Halaman Gedung Paseban | |||
| Angklung Buncis | Halaman Gedung Paseban | |||
| Ngajayak | Halaman Gedung Paseban | |||
| Sambutan - sambutan | Gedung Paseban | |||
| Rajah Pamuka | Gedung Paseban | |||
| Penumbukan Padi | Saung Panutuan | |||
| 20.00 - selesai | Wayang Golek dari Buleud Garut | Taman Sari Paseban |
Senin, 22 Oktober 2012
Cara Membuat Headline Artikel Di Beranda Blog
Secara default, Blogger memberikan model yang sama untuk bidang artikel yang tampilkan pada halaman beranda (versi web maupun versi seluler). Namun apabila kita membuka berbagai situs web atau portal berita, maka kita akan mendapati adanya headline yang digunakan untuk menampilkan berita terbaru atau berita yang menjadi sorotan seperti yang digunakan pada blog ini untuk tampilan versi web maupun versi seluler.
Sedikit cerita tentang hal tersebut, kebetulan beberapa waktu yang lalu ada seorang sahabat yang bertanya mengenai cara membuat headline seperti yang tampak pada gambar di atas atau seperti yang biasa digunakan pada berbagai situs web atau portal berita. Nah, untuk keperluan membuat headline artikel di beranda blog tampilan versi mobile, maka Anda dapat mengerjakan langkah-langkah berikut ini secara berurutan.
Pertama, buka editor template dengan cara mengeklik menu ‘Template’ > ‘Edit HTML’ > ‘Lanjutkan’ > ‘Expand Template Widget’.
Kedua, cari kode <b:include data='post' name='mobile-index-post'/> dan kemudian hapus kode tersebut lalu ganti dengan kode di bawah ini.
<b:if cond='data:post.isFirstPost == "true"'> <!-- newer post --> <b:include data='post' name='mobile-index-post'/> <b:else/> <!-- older post --> <b:include data='post' name='older-mobile-index-post'/> </b:if>
Ketiga, cari kode <b:includable id='mobile-index-post' var='post'> dan kemudian hapus seluruh rangkaian kode untuk bagian tersebut sampai dengan kode </b:includable>, seperti yang tampak pada contoh rangkaian kode di bawah ini.
<b:includable id='mobile-index-post' var='post'> <!--- hapus dari sini ---> <div class='mobile-date-outer date-outer'> ---- rangkaian kode ---- </div> </b:includable> <!--- hapus sampai sini --->
Kemudian pada bagian kode yang dihapus tersebut, sisipkan rangkaian kode di bawah ini.
<b:includable id='mobile-index-post' var='post'> <div class='mobile-date-outer date-outer'> <div class='mobile-post-outer'> <a expr:href='data:post.url'> <h3 class='mobile-index-title entry-title'> <b><data:post.title/></b> </h3> </a> <div class='mobile-index-contents'> <b:if cond='data:post.thumbnailUrl'> <div class='mobile-index-thumbnail'> <div class='Image' style='float:left; '> <div style='float: left; width:80px; height:80px; margin-right:4px; border: 1px solid #666666;'> <img expr:src='data:post.thumbnailUrl' style='width:80px !important; height:80px !important;'/> </div> </div> </div> <b:else/> <div style='float: left; width:80px; height:80px; margin-right:4px; border: 1px solid #666666;'> <img alt='eltelu' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghXQZ-AT_zSjD1Tk8xx7NrWwDPDl9RcG51Cvwm3mXqzLLZfXBFw6_JvK6unRTa7sIVoQ1QPIjug4IZyvVlqVroRSsgm8NRQpimpSi1sYvUrFAoQaSVp7HwOQlNiHBWLv6gQGuNxO0hJ5k/s800/ELTELU.png' style='width: 80px !important; height: 80px !important;'/> </div> </b:if> <div class='post-body'> <div align='justify'> <b:if cond='data:post.snippet'><data:post.snippet/></b:if> </div> </div> </div> <div style='clear: both;'/> <div class='mobile-index-comment'> <b:if cond='data:blog.pageType != "static_page"'> <b:if cond='data:post.allowComments'> <b:if cond='data:post.numComments == 0'> <a expr:href='data:post.url'>0 <data:top.commentLabel/></a> </b:if> <b:if cond='data:post.numComments != 0'> <a class='comment-link' expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'><b:if cond='data:post.numComments == 1'>1 <data:top.commentLabel/><b:else/><data:post.numComments/> <data:top.commentLabelPlural/></b:if></a> </b:if> </b:if> </b:if> </div> </div> </div> </b:includable> <b:includable id='older-mobile-index-post' var='post'> <div class='mobile-date-outer date-outer'> <div class='mobile-post-outer'> <a expr:href='data:post.url'> <h3 class='mobile-index-title entry-title'> <div class='mobile-bingkai-judul'> <b><data:post.title/></b> </div> </h3> </a> <div class='mobile-index-comment'> <b:if cond='data:blog.pageType != "static_page"'> <b:if cond='data:post.allowComments'> <b:if cond='data:post.numComments == 0'> <a expr:href='data:post.url'>0 <data:top.commentLabel/></a> </b:if> <b:if cond='data:post.numComments != 0'> <a class='comment-link' expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'><b:if cond='data:post.numComments == 1'>1 <data:top.commentLabel/><b:else/><data:post.numComments/> <data:top.commentLabelPlural/></b:if></a> </b:if> </b:if> </b:if> </div> </div> </div> </b:includable>
Keterangan:
Ganti URL gambar yang terdapat dalam kode <img alt='eltelu' src='https:…. dengan URL gambar yang akan digunakan dan ditampilkan pada headline apabila tidak terdapat gambar dalam artikel yang dimaksud.
Keempat, simpan template.
Sehingga apabila sebelumnya Anda telah melakukan kustomisasi pada template untuk tampilan versi seluler, maka ketika blog Anda dibuka dengan menggunakan perangkat seluler, tampilannya adalah seperti yang tampak pada gambar di atas. Sedangkan apabila Anda masih menggunakan desain tampilan versi seluler default yang disediakan oleh Blogger, maka ketika blog Anda dibuka dengan menggunakan perangkat seluler, tampilannya adalah seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.
Lantas, bagaimana caranya untuk membuat headline artikel di beranda blog untuk tampilan versi web? Terkait dengan hal tersebut, akan saya uraikan dalam artikel yang terpisah atau pada artikel yang berikutnya.
Semoga berguna dan bermanfaat.
Salam.
MEMAHAMI KARAKTERISTIK PSIKOLOGIS ANAK
Para guru di Indonesia belum banyak memahami karakteristik psikologi anak. Mayoritas guru di sekolah lebih mengacu pada karakteristik visual dan auditorial, sehingga anak yang berkarakter kinestetik tidak terangkul secara maksimal dalam mencerna pelajaran.
Guru-guru di Indonesia belum dikomunikasikan untuk menangani kriteria anak. Kasihan, karena mereka itu memiliki karakteristik yang unik. Tidak fair jika kita menghadapi mereka dengan cara yang sama.
-- Linda Saptadji
"Guru-guru di Indonesia belum dikomunikasikan untuk menangani kriteria anak. Kasihan anak-anak, karena mereka itu kan memiliki karakteristik yang unik. Tidak fair jika kita menghadapi mereka dengan cara yang sama," ungkap Linda Saptadji, psikolog yang berkecimpung di Yayasan Anak Indonesia Suka Baca, di Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Linda mengatakan, karakteristik anak memang menjadi tantangan bagi dunia pendidikan saat ini, khususnya anak-anak yang memiliki karakter kinestetik. Guru selalu menganggap mereka sebagai anak nakal karena banyak melakukan gerakan.
Linda melanjutkan, anak kinestetik memiliki problema dalam menangkap pelajaran. Mereka sulit untuk membaca.
"Masalah terbesarnya ada di sekolah. Tidak semua pelajaran memiliki sesi praktik, sehingga harus ada usaha lebih untuk bisa menerjemahhkan pengetahuan yang guru berikan dalam bentuk praktik," ungkap Linda.
Linda mengaku sangat menyayangkan, bahwa tidak semua ilmu di sekolah memberikan materi praktik. Akibatnya, anak-anak kinestetik belajar dengan cara-cara motorik. Bahkan, lanjut dia, anak kinestetik jika kebutuhannya tidak terakomodir akan melakukan cara-cara visual untuk bisa memahami masalahnya.
Pengaruh lingkungan
Linda menyarankan, ketiga unsur karakteristik anak harus dirangkum dalam metode mengajar. Pada dasarnya, setiap orang memiliki tiga unsur karakteristik, tetapi ada salah satu yang lebih menonjol.
"Karakter seseorang juga bisa berubah karena pengaruh lingkungan," ujar Linda.
Menurut Linda, guru-guru saat ini dituntut untuk berpikir out of the box. Guru juga diminta untuk mencari strategi baru dalam mengajar dan mendidik perkembangan anak-anak didiknya.
"Pendidikan kan berkembang, teori-teori pendidikan juga berkembang. Anak-anak pun berkembang, tantangan juga semakin banyak," tambah Linda.
Bagi Linda, mind mapping merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas anak didik yang memiliki beragam karakteristik. Tony buzan, konsultan pendidikan melakukan sesuatu yang sangat luar biasa untuk dunia pendidikkan melalui metode mind mapping ini.
"Karena pada saat mapping terserah anak mau menulis apa dan mereka mempertanggungjawabkan apa yang mereka tulis," kata Linda.
Bagaimana Mengoptimalkan Potensi Anak
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui dinas pendidikannya membuat gebrakan baru dengan program pendidikan anak genius.
Calon siswa sekolah dasar (SD) yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata, atau yang disebut sebagai cerdas istimewa, diikutsertakan dalam program ini untuk diberi pelayanan pendidikan yang istimewa, antara lain dengan diberi pendampingan oleh guru pendamping khusus.
Apakah ada syarat khusus untuk dapat menembus program baru itu? Tentu ada! Salah satu syarat: calon siswa SD sudah mendapat rekomendasi dari psikolog terkait dengan kecerdasannya. Adapun lembaga yang dipercaya mengeluarkan surat rekomendasi itu adalah Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta.
Terlepas dari sejauh mana tingkat keberhasilannya nanti, kita perlu memberi apresiasi kepada Pemkot Yogyakarta yang berani menyelenggarakan program pendidikan anak genius.
Realitasnya tak ada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang berani menyelenggarakan program serupa untuk satuan SD. Kalaupun ada, bisa dihitung dengan jari jumlahnya.
Tiga pendekatan
Anak genius adalah anak yang memiliki tingkat kecerdasan luar biasa. Kecerdasan itu sendiri merupakan kemampuan mental yang dibawa semenjak lahir untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan memecahkan masalah.
Dalam dunia psikologi pendidikan, ada beberapa terminologi yang dipakai untuk menyebut anak genius, antara lain genius children, gifted children, exceptional gifted children, hoogbegaafd, talented children, bright children, high ability, superior, supernormal.
Pakar psikologi menyatakan, kegeniusan anak bisa diukur dengan tes IQ. Anak yang memiliki IQ di atas 140 baru layak disebut sebagai anak genius.
Setidak-tidaknya terdapat tiga pendekatan untuk mendidik anak genius, masing-masing adalah pendekatan pengayaan, pendekatan percepatan, dan pendekatan pengelompokan.
Pendekatan pengayaan ditempuh dengan penyediaan kesempatan dan fasilitas belajar tambahan yang bersifat vertikal (intensif, pendalaman) dan horizontal (ekstensif, perluasan). Pengayaan diberikan setelah anak genius menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya dan siswa di kelasnya.
Praktiknya nanti, anak genius yang menjadi siswa SD dapat diberi tugas perpustakaan, belajar bebas, mempelajari kasus tertentu, dan sebagainya.
Pendekatan percepatan dapat ditempuh dengan memperbolehkan anak genius menyelesaikan program reguler sebelum waktunya. Praktiknya nanti anak genius yang menjadi siswa SD bisa naik kelas secara meloncat, naik kelas sebelum masa akhir tahun tiba, atau merangkap kelas misalnya di kelas II dan III atau kelas IV dan V sekaligus.
Pendekatan pengelompokan dapat ditempuh dengan mengelompokkan anak-anak genius jadi satu dan menerima pembelajaran khusus. Praktiknya nanti, anak-anak genius bisa dikelompokkan ke dalam sekolah atau SD khusus, atau ke dalam kelas khusus di suatu SD, atau tetap saja berbaur dengan siswa lain tetapi terjadwal pertemuan khusus.
Dua faktor
Kesuksesan mendidik anak genius setidak-tidaknya ditentu- kan dua faktor yang tidak dapat saling dipisahkan: guru pendamping dan manajemen kelas.
Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan program pendidikan anak genius di Kota Yogyakarta, sepertinya dinas pendidikan sudah menyiapkan guru pendamping khusus. Kalau benar, ini merupakan langkah strategis untuk merealisasi program: pasalnya, mencari guru pendamping khusus anak genius bukan merupakan pekerjaan mudah.
Seorang guru pendamping anak genius atau guru pendamping khusus di samping harus cerdas juga dituntut kreatif dan memiliki pengalaman mendidik anak cerdas dan/atau anak genius. Praktiknya nanti, tidak sembarang guru SD bisa mendampingi siswanya yang genius. Di sisi lain, guru pendamping khusus anak genius di SD dimungkinkan sebagian justru bukan guru SD.
Faktor kedua menyangkut manajemen kelas yang berpotensi menjadi masalah rumit untuk mengelola anak genius. Kalau dalam satu kelas di SD nanti ada empat anak genius saja, misalnya, jangan pernah dibayangkan bahwa keempat anak tersebut memiliki potensi, keinginan, minat dan kemampuan yang sama. Bisa jadi anak yang satu ingin ke timur, sedangkan ketiga yang lain ingin ke barat, ke utara, dan ke selatan.
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menginformasikan bahwa pendidikan anak genius nantinya akan dilakukan secara inklusif. Artinya, anak-anak genius nantinya akan dibaurkan menjadi satu dengan siswa-siswa lain.
Kiranya perlu diingat bahwa mendidik anak genius secara inklusif (berbaur) ini tidak lebih mudah dibandingkan dengan eksklusif (khusus) karena semua perlakuan terhadap anak genius harus mempertimbangkan perlakuan terhadap siswa lainnya: soal waktu, soal tempat, soal suasana, soal materi, dan sebagainya.
Kita doakan saja penyelenggaraan pendidikan anak genius nantinya akan berhasil dan bermanfaat untuk kita.
Langganan:
Postingan (Atom)