Senin, 22 Oktober 2012

POTENSI KECERDASAN ANAK SAMA


Pemerhati pendidikan anak serta praktisi finger print analysis dan metode Glenn Doman, E Esthywati, mengatakan, pada dasarnya potensi kecerdasan anak adalah sama.
"Ada kecerdasan anak yang memang diturunkan dari faktor DNA. Tetapi, proses ibu mengandung dalam keadaan stres juga akan memengaruhi potensi kecerdasannya," kata Esthywati pada seminar "How to Be Smart Parents", di Manado, Minggu (21/10/2012).
Pada seminar yang menggali lebih dalam bagaimana mengoptimalkan potensi anak melalui metode Glenn Doman serta mengembangkan bakat anak melalui analisis sidik jari, dia mengatakan, untuk mengembangkan potensi pada anak maka harus ada stimulus untuk mengeluarkannya, seperti memberikan bahan ajar dengan metode tertentu.
Menurut dia, sifat-sifat dasar manusia ditampilkan dalam beragam tipe, di antaranya personal, keseimbangan, skill atau keahlian, serta emosional. Selain itu, kata dia, sifat dasar manusia juga dapat dilihat dari tanda khusus pada setiap jari manusia.
Jari kelingking, misalkan, berkaitan dengan kemampuan dalam melakukan adaptasi, sedangkan jari telunjuk berhubungan dengan kemampuan berpikir, mengeluarkan ide-ide, pemimpin, serta imajinatif. Sementara ibu jari berkaitan dengan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.
Sementara itu, ditambahkan Managing Director PT Glenn Doman Indonesia, Salord Sagala, anak berpotensi memiliki potensi luar biasa dan bisa melebihi Leonardo Da Vinci, sang pelukis Monalisa dan perancang dasar tank tempur, parasut, pesawat terbang, helikopter, serta temuan lainnya.
"Berpotensi erat kaitannya dengan upaya yang harus dilakukan sehingga potensi atau kecerdasan anak keluar atau muncul," ungkapnya.
Bahkan, menurut dia, semua anak adalah jenius, tetapi orang tua yang membuat anak tidak jenius pada enam tahun pertama.
"Sikap kita kadang kala membuat potensi anak tidak bisa tumbuh. Di antaranya kurang memberi perhatian. Ada kalanya orang tua marah atau bersikap keras. Keras boleh," kata Salord.
Sikap keras orang tua, menurut dia, boleh saja, tetapi lebih bijaksana apabila bersikap lembut dan memberi pengertian tentang segala sesuatu.

SETIAP ORANG BERHAK UNTUK MENDAPATKAN PENDIDIKAN YANG LAYAK


MATIAS DEDI- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku belum mendengar kabar adanya siswa Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) Johar Baru yang ditolak oleh sekolah induknya sehingga kehilangan hak dasar sebagai siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Nuh berjanji akan segera menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan lapangan terkait masalah penolakan sekolah induk pada siswa TKBM ini.

"Kami akan cek di lapangan dulu karena ini saya juga baru dengar. Intinya belajar itu hak pendidikan anak. Jadi jangan dihalangi," ungkap Nuh.

Dijumpai terpisah, Direktur Pembinaan SMP Ditjen Dikdas Kemendikbud, Didik Suharyadi, mengungkapkan hal serupa. Dia berjanji akan memeriksa terlebih dahulu masalah yang menimpa tujuh siswa dari keluarga tak mampu tersebut.

"Saya baru dengar. Saya akan coba tanyakan pada Dinas Pendidikan DKI agar jelas duduk perkaranya dan bisa diselesaikan secara adil," kata Didik, saat dihubungi, Selasa (16/10/2012).

Seperti diketahui, tujuh siswa TKBM Johar Baru terancam kehilangan hak pendidikan karena tidak diakui oleh SMP Negeri 28 Jakarta. Lantaran tidak diakui, tujuh anak ini tidak berhak atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), rapor dan ijazah.

Bersama dengan gurunya, tujuh anak ini mendapat solusi agar sekolah induknya dipindahkan ke SMP Negeri 79 Jakarta. Meski dikatakan lokasinya berdekatan dengan sekolah induk yang lama, anak-anak ini terpaksa harus merogoh kantong untuk uang transport dari uang saku yang tak seberapa.

KODE ETIK GURU AKAN SEGERA DI BERLAKUKAN


Persatuan Guru Republik Indonesia telah menyiapkan kode etik guru Indonesia yang akan diberlakukan kepada anggotanya mulai 2013. Penegakan kode etik ini agar profesi guru semakin bermartabat, seperti profesi lain yang telah menerapkan kode etik profesinya.
Kode etik guru Indonesia ini disosialisasikan dalam rapat kerja nasional Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Minggu (21/10).
PGRI juga membentuk DKGI di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Lembaga ini menjadi lembaga independen untuk memberikan saran, pendapat, pertimbangan, penilaian, dan penegakan disiplin organisasi serta etika profesi guru. Selain itu, PGRI juga membentuk LKBH untuk memberi perlindungan hukum bagi guru yang menghadapi masalah hukum terkait profesinya.
Ketua DKGI Wardiman Djojonegoro mengatakan, Undang- Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen mengharuskan adanya kode etik dan dewan kehormatan, yang akan membina profesi guru terus-menerus.
”Kode etik ini sebagai standar perilaku guru. Adapun dewan kehormatan sebagai pengawasnya,” kata Wardiman.
Rentan dipidana
Wardiman mengatakan, guru saat ini masih diperlakukan semena-mena. Tujuan guru untuk mendidik sering diartikan salah oleh sebagian masyarakat sehingga guru malah diajukan secara pidana.
”Dewan kehormatan nanti akan bisa memilah-milah dan memberi rekomendasi mana tindakan guru yang masuk pelanggaran etika, disiplin, atau pelanggaran hukum. Kita mencoba melindungi profesi guru dengan tetap berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujarnya.
Sudarto, Sekretaris DKGI, menyatakan, kode etik guru Indonesia sebenarnya sudah dimiliki PGRI sejak 2008. Namun, penyempurnaan terus dilakukan sehingga kode etik ini sekarang relatif lengkap. Kode etik ini mengatur pula hubungan guru dengan peserta didik, orangtua atau wali murid, masyarakat, sekolah dan rekan sejawat, profesi, organisasi profesi, dan pemerintah. ”PGRI berupaya supaya tiap guru terikat pada etika dan norma. Jika ada pelanggaran, tentu ada sanksi yang diberlakukan,” kata Sudarto.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo, selama ini, guru tidak mendapat perlindungan yang baik, termasuk dari pemerintah. Untuk itu, PGRI telah membuat nota kesepahaman dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang ditandatangani Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo pada Januari 2012.
”Ada ketakutan dan ketidakpastian di kalangan guru saat memberikan sanksi kepada siswanya karena rawan untuk dilaporkan pada polisi,” kata Sulistiyo. (ELN)

KODE ETIK GURU


Penegakan kode etik guru Indonesia yang disiapkan organisasi guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bertujuan untuk menegakkan kehormatan dan wibawa guru yang profesional.
Adanya kode etik guru, menjadi acuan bagi guru dalam bertindak sesuai profesinya yang selama ini tidak jelas. Kode etik pun menjadi acuan, untuk dapat melihat sejauh mana guru mengemban tugasnya dengan menjunjung etika profesi.
"Guru enggak boleh takut dengan penegakan kode etik guru indonesia. Justru guru terbebas dari kesewenang-wenangan, karena tindakannya dalam mendidik sepanjang sesuai etika profesi, dilindungi," kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, di sela-sela rapat kerja nasional lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) Swasta Indonesia di Jakarta, Senin (22/10/2012).
Pencangangan untuk memulai penegakan kode etik guru Indonesia (KEGI), jelas Sulistiyo, dilaksanakan pada 25 November bersamaan dengan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI.
Rencananya dukungan penegakan KEGI mulai Januari 2013, juga bakal dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Guru Nasional.
Meskipun KEGI lahir dari organisasi profesi guru PGRI, semua guru dapat menerapkanmnya. Sebab, kode etik profesi memang harus dilahirkan dari organisasi profesi.
Kode etik guru yang mulai ditegakkan pada 2013, berisi 70 panduan etika dan norma bagi guru dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik.
Panduan tersebut mengatur tujuh hubungan guru dengan peserta didik, orang tua/wali murid, masyarakat, sekolah dan rekan sejawat, profesinya, organisasi profesi gurunya, dan pemerintah.

5 Cara Ampuh Menarik Perhatian Wanita


5 Cara Ampuh Menarik Perhatian Wanita – Mencari pacar atau pasangan memang perlu strategi tertentu. Terutama pada wanita-wanita yang sulit sekali untuk berhubungan atau didekati oleh laki-laki. Nah cara ampuh dibawah ini mungkin bisa anda terapkan untuk menarik perhatian wanita idaman anda.

Cara Mencari Pasangan

1. Terlihat misterius
Ketika berada dalam keramaian, Anda mungkin memikirkan cara bersaing dengan banyak pria untuk menarik perhatian wanita. Biasanya, pria akan berlomba membuat lelucon untuk membuat wanita memperhatikan mereka. Jangan lakukan itu. Ketika sudah banyak orang yang berusaha meramaikan suasana, Anda justru harus tenang dan bersikap cool. Tetaplah menyendiri, seolah-olah Anda tak ingin bergabung dalam keramaian. Lama-kelamaan, sikap cool dan misterius Anda akan membuat para wanita mulai tertarik dan penasaran.

2. Bersikap sok rahasia
Ketika sudah berhasil berkenalan dengan seorang wanita, tahan diri Anda dan jangan langsung membeberkan semua hal mengenai kehidupan Anda. Sekali lagi, tetaplah tenang. Jangan sebutkan nama sampai dia bertanya. Begitu juga dengan informasi lainnya. Jangan berikan informasi dengan mudah, dna biarkan dia yang aktif bertanya. Jangan dengan mudah menjawab dengan "ya" atau "tidak." Anda bisa bersikap sok misterius dengan menjawab "mungkin."

3. Asah kemampuan humor Anda
Ini bukan berarti Anda harus terus-terusan menceritakan lelucon garing dan jayus. Buat dia tertawa dengan humor yang pintar. Sementara wanita itu terpingkal-pingkal, dia juga mulai tertarik dengan Anda.

4. Lakukan permainan pikiran
Ingat baik-baik, pria yang susah didapatkan akan semakin membuat wanita penasaran. Jadi pura-pura jual mahal saja ketika dia mencoba mendekati Anda. Jangan langsung terima semua ajakannya, jangan dengan mudah mengangkat teleponnya. Jangan terlalu cepat membalas pesannya, dan lainnya. Ini membuat wanita semakin penasaran dan menginginkan Anda.

5. Tak harus memberi hadiah
Setiap gadis suka diperlakukan seperti putri raja, namun bukan berarti Anda harus memanjakannya dengan memberikan bena-benda yang dia inginkan. Perhatian dan pemikiran Anda juga bisa membuatnya senang. Misalkan, sebelum membelikannya bunga mawar, cobalah kirim pesan yang berbunyi "Aku memikirkanmu," atau "Aku berharap kau ada di sini." Mengetahui dia ada di pikiran Anda membuat wanita senang. Hal-hal kecil semacam ini juga akan membuat Anda selalu berada dalam pikirannya.

Nah dari 5 Cara Ampuh Menarik Perhatian Wanita diatas mungkin tidak semua harus anda coba. Pahami dulu karakter wanita pasangan anda dan tentukan jurus ampuh yang mana yang harus anda keluarkan.

Jumat, 19 Oktober 2012

TENTANG DEUTEROKANONIKA

Umat Kristen non-Katolik sering mengatakan bahwa kitab-kitab deuterokanonika disebut kitab-kitab Apokrif dan seharusnya tidak menjadi bagian dari Kitab Suci. Berikut ini adalah beberapa prinsip yang dapat kita pegang:

1. Sebaiknya tidak menggunakan istilah “Apokrif”

Sebenarnya menurut St. Agustinus perkataan “Apokrif” atau apocrypha artinya adalah ‘tidak jelas asal usulnya’ yang berkonotasi dengan buku yang tidak diketahui pengarangnya atau buku yang keasliannya dipertanyakan. Namun secara umum, perkataan “apokrif” tadi diartikan sebagai sesuatu yang ‘tersembunyi, salah, buruk atau sesat’, sehingga sebaiknya kita tidak menggunakan kata “apokrif” karena artinya sama sekali bukan penghalusan kata “deuterokanonika”, tetapi malahan sebaliknya, sebab menganggap bahwa kitab- kitab ini tidak diinspirasikan oleh Roh Kudus.
Maka sebaiknya kita menggunakan saja kata “Deuterokanonika” yang terjemahan bebasnya adalah, “kanon yang kedua/ secondary”. Istilah ini dikenal pada abad ke-16, yaitu setelah Martin Luther dan para pengikutnya mulai membedakan antara ketujuh kitab dalam PL dengan kitab- kitab PL lainnya (yang mereka sebut sebagai proto-canon). Padahal, sudah sejak awal kitab- kitab Deuterokanonika termasuk dalam Septuagint, yaitu Kitab Suci Perjanjian Lama yang ditulis di dalam bahasa Yunani, yang adalah Kitab Suci yang dipegang oleh Kristus dan para rasul.

2. Tidak seharusnya kita mengikuti hasil Konsili Javneh/ Jamnia

Setelah kehancuran Yerusalem di tahun 70, yaitu tepatnya tahun 90- an  para ahli kitab Yahudi mengadakan konsili Jamnia (Javneh) untuk meninjau kanon Kitab Suci mereka, sambil juga menolak keberadaan Injil yang tidak mereka pandang sebagai tulisan yang diinspirasikan oleh Allah, karena mereka menolak Kristus. Konsili ini akhirnya memutuskan untuk  tidak memasukkan kitab- kitab Deuterokanonika di dalam Kitab agama Yahudi. Apa alasan persisnya kenapa disebut demikian memang tidak diketahui. Ada yang menyebutkan karena naskah asli dalam bahasa Ibraninya tidak diketemukan, namun yang ada hanya terjemahan bahasa Yunaninya, walaupun para Bapa Gereja pada jemaat Kristen awal tidak  meragukan keaslian kitab-kitab ini. Silakan membaca di link ini, silakan klik, untuk mengetahui bahwa para Bapa Gereja tidak pernah meragukan keotentikan kitab- kitab Deuterokanonika, dan bahkan mengutip ayat- ayat dalam Kitab tersebut dalam pengajaran mereka. [Para Bapa Gereja yang mengutip kitab- kitab Deuterokanonika dalam ajaran mereka, dan dengan demikian tidak meragukan keotentikan kitab tersebut, adalah: Para rasul dalam ajaran mereka Didache, Klemens, Polycarpus, Irenaeus, Hippolytus, Cyprian, Agustinus dan Jerome].
Walaupun sekarang umat Yahudi umumnya menerima hasil konsili Jamnia (Javneh) namun harus diakui bahwa tidak semua komunitas Yahudi menerima otoritas konsili Jamnia ini. Umat Yahudi di Ethiopia, misalnya, memilih kanon yang sama dengan kanon PL yang ditetapkan oleh Gereja Katolik, yang memasukkan kitab- kitab Deuterokanonika (cf. Encyclopedia Judaica, vol. 6, p. 1147). Demikian pula sebenarnya, Gereja tidak perlu menerima otoritas konsili Jamnia, sebab: 1) Konsili agama Yahudi yang dilakukan setelah Kristus bangkit,  tidak mengikat umat Kristiani, sebab kuasa mengajar telah diberikan kepada para rasul dan para penerusnya, dan bukan kepada pemimpin agama yahudi; 2) Konsili Jamnia menolak semua dokumen yang malah menjadi dasar sumber iman Kristiani, yaitu Injil dan kitab- kitab Perjanjian Baru. 3) Dengan menolak kitab- kitab Deuterokanonika ini, konsili Jamnia menolak kitab- kitab yang dipegang oleh Yesus dan para rasul, yang telah termasuk di dalam Kitab Suci mereka yaitu Septuaginta. Adalah fakta bahwa 2/3  kutipan  dalam kitab Perjanjian Baru sendiri diambil dari Septuagint dan bukan dari kitab berbahasa Ibrani.

3.Kitab-kitab yang termasuk Deuterokanonika

Kitab-kitab yang termasuk Deuterokanonika ini adalah:
  1. Tobit
  2. Yudit
  3. Tambahan kitab Ester
  4. Kebijaksanaan
  5. Sirakh
  6. Barukh, termasuk tambahan surat Yeremia
  7. Tambahan kitab Daniel
  8. 1 Makabe
  9. 2 Makabe
Kitab-kitab tersebut sudah termasuk di dalam kanon Kitab Suci sesuai dengan yang ditetapkan oleh Paus Damasus I dalam sinode di Roma tahun 382 dan kemudian ditetapkan kembali pada Konsili Hippo (393) dan di Konsili Carthage (397). Jika kita membaca isi kitab Deuterokanonika tersebut tidak ada yang bertentangan dengan isi Alkitab yang lain, sehingga sesungguhnya tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa kita-kitab tersebut ‘buruk’. Kitab tersebut malah memperjelas apa yang disampaikan dalam kitab Perjanjian Lama yang lain. Contohnya saja, di tambahan kitab Esther, ada uraian tentang mimpi Mordekai, surat penetapan Haman, doa Mordekai dan doa Esther, yang jika dibaca dalam kesatuan dengan Kitab Esther dalam kanon terdahulu dapat menjelaskan isi Kitab Esther secara lebih lengkap dan membuat ceritanya ‘make sense’. (Misalnya, di kitab terdahulu hanya disebut ada surat Haman, tetapi isi persisnya tidak dijabarkan, sedangkan di kitab tambahan Esther isi surat itu dijabarkan).

4. Mengapa Luther dan Calvin menolak Kitab- kitab Deuterokanonika

Kemungkinan Luther mencoret kitab Deuterokanonika terutama karena tidak setuju dengan isi Kitab 2 Makabe yang mengajarkan untuk berdoa bagi keselamatan jiwa orang-orang yang telah meninggal, sebab Luther berpendapat bahwa keselamatan diperoleh hanya karena iman (Sola Fide). Martin Luther juga menganggap beberapa kitab dalam Perjanjian Baru sebagai “kitab deuterokanonika”, seperti halnya surat rasul Yakobus – yang disebutnya sebagai “Epistle of straw/ surat jerami”,  kitab Wahyu, dan surat Ibrani, karena kitab itu secara implisit mengutip kitab 2 Makabe 7, yaitu Ibr 11:35. Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa gereja Protestan mencoret Kitab Deuterokanonika karena ingin mengikuti hasil konsili Jamnia, agar lebih sesuai dengan kitab asli dalam bahasa Ibrani yang diterima oleh umat Yahudi. Namun seperti telah dijabarkan di atas, sesungguhnya umat Kristen tidak perlu mengikuti hasil Konsili Jamnia. Karena konsili itu menolak Kristus, menolak Injil dan Perjanjian Baru, bagaimana mungkin kita bisa mempercayai bahwa mereka mempunyai otoritas dari Roh Kudus untuk menentukan kanon Kitab Suci?
Walaupun Luther menolak kitab- kitab Deuterokanonika, namun setelah bertentangan sendiri dengan para tokoh Protestan lainnya, akhirnya Luther tetap memasukkan kitab- kitab tersebut dalam Kitab Perjanjian Baru. Luther dan para pengikutnya kemudian menyebut kitab- kitab Deuterokanonika sebagai kitab- kitab Apokrif (tidak diilhami Roh Kudus). Namun demikian, Luther tetap memasukkan kitab- kitab Deuterokanonika tersebut di dalam terjamahan Kitab Suci yang disusunnya, sebagai tambahan/ appendix antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hal ini berlangsung terus sampai tahun 1827, saat  the British and Foreign Bible Society mencoret atau membuang kitab- kitab Deuterokanonika dari kitab suci mereka.
Maka Kitab Suci versi Protestan yang ada sekarang, bukan saja tidak lengkap, jika dibandingkan dengan Kitab Suci dari Gereja Katolik, tetapi juga tidak lengkap jika dibandingkan dengan Kitab Suci yang umum  mereka pakai selama sekitar 300 tahun (dari abad ke 16 sampai ke 19). Dan bahwa kitab suci Protestan sekarang ini usianya baru sekitar 150 tahun, dan ditetapkan oleh manusia, dan bukan oleh Tradisi turun temurun dari para rasul dan para Bapa Gereja. Tak dapat dipungkiri bahwa Luther menentukan sendiri kitab- kitab yang dianggapnya ‘lebih penting’ dari kitab- kitab yang lain berdasarkan pemahaman pribadinya; dan inilah yang kemudian mempengaruhi pandangan para pengikutnya. Sedangkan Gereja Katolik dalam menentukan kanon, tidak berdasarkan pemahaman pribadi melainkan dari bukti tertulis dari pengajaran para rasul dan Bapa Gereja, yang telah memasukkan kitab- kitab tersebut dalam tulisan mereka.
Jadi yang benar adalah Gereja Katolik tidak pernah menambah-nambah Kitab Suci, sebab memang dari sejak awal ditetapkan sudah demikian. Yang terjadi adalah pengurangan oleh pihak pendiri gereja Protestan, yang akhirnya diturunkan kepada generasi-generasi berikut dalam bermacam denominasi.

KITAB TOBIT

Para ahli Kitab Suci memperkirakan bahwa kitab Tobit ini ditulis sekitar 250-150 BC, tentang suatu kisah yang terjadi di sekitar abad 8-7 SM.

1. Tobit hidup pada zaman Raja Asyur yang mana?

Dewasa ini ada sejumlah ahli Kitab Suci yang meragukan historisitas kitab Tobit. Sebab dikatakan di kitab Tobit, bahwa Salmaneser, Raja Assyria/ Asyur (727-722) menguasai suku-suku Israel Utara, termasuk suku Naftali (lih. Tob 1:2; 2 Raj 17:5-6), namun menurut para ahli tersebut, deportasi suku Naftali terjadi di zaman Raja Asyur yang bernama Tiglat Pileser III, (734) sebagaimana disebutkan dalam 2 Raj 15:29.
Terdapat sedikitnya dua argumen yang dapat menjawab keberatan ini. Pertama-tama, banyak ahli Kitab Suci tidak mempunyai kata sepakat tentang kapankah suku Naftali dideportasi. Nyatanya dalam sejarah dapat terjadi bahwa proses deportasi/ penawanan berlangsung dalam jangka waktu yang lama (beberapa ahli menyatakan bahkan dalam jangka waktu 65 tahun). Jangka waktu yang lama ini menjadi solusi untuk menjawab raja yang mana yang menawan suku-suku utara Israel. Artinya, bahwa proses deportasi dapat terjadi di masa pemerintahan kedua raja tersebut.
Argumen yang lain disampaikan dalam A Catholic Commentary on Holy Scripture (CCHS), ed. Dom Orchard OSB. Dituliskan di sana bahwa nama raja dalam kitab Tobit adalah “Enemessarus”, sebagaimana tertulis dalam beberapa varian Kitab Septuaginta. Tulisan “Enemessarus” adalah kebalikan dari huruf Asyur “Sarru-ukin” (catatan: mengingat bahwa cara menulis alphabet Asyur adalah dari kanan ke kiri, maka kemungkinan nama raja yang dimaksud adalah nama berdasarkan alphabet yang dibaca dari arah sebaliknya). “Sarru-ukin” ini adalah huruf Asyur dari raja Sargon II, yang memerintah di tahun 721 sampai 705. Maka Salmanaser dalam kitab Tobit 1:2 adalah Raja Sargon II. Solusi ini memberikan jawaban yang lebih masuk akal, sebab deportasi suku Naftali dapat terjadi di masa pemerintahan Raja Sargon II, setelah penguasaan daerah Samaria. Meskipun sudah pernah terjadi deportasi/ masa penawanan suku Naftali di masa sebelumnya, tetapi tetap terbuka kemungkinan bahwa proses deportasi tersebut berlanjut sampai pada masa Raja Sargon II.
Argumen yang diberikan CCHS ini menyelesaikan keberatan lainnya yang tertulis dalam versi Vulgate, bahwa Raja Sanherib adalah anak dari Raja Salmaneser. Para ahli sejarah mengatakan bahwa Raja Sanherib (704-681) adalah anak dari Raja Sargon II (721-705). Dengan melihat bahwa Salmaneser ini mengacu kepada Raja Sargon II, maka tidak ada kontradiksi antara fakta sejarah dengan yang disampaikan dalam kitab Tobit 1:18; dan juga dengan Tob 1:21-22, yang menyebutkan bahwa Tobit juga mengalami masa pemerintahan Raja Sanherib dan pada saat raja itu dibunuh oleh putera-puteranya, dan kemudian salah satu puteranya, Esarhadon, menjadi raja (lih. Tob 1:21-22).
Berikut ini adalah urutan nama Raja Asyur yang menjadi latar belakang deskripsi kitab Tobit (diambil dari buku Chronological Background Charts of the Old Testament, karangan John Walton, (Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 1994), p. 65)
Tiglat Pileser III (745-727 SM)
Shalmaneser V (727-722 SM)
Sargon II (721-705 SM)
Sennacherib/ Sanherib (704-681 SM)
Esarhaddon (681-669)

2. Apakah Tobit hidup di zaman setelah kematian Raja Solomo (997 SM)?

Dengan penjelasan point 1, maka nampaknya orang-orang  yang menghubungkan deportasi Neftali dengan pemberontakan suku-suku Israel Utara yang terjadi setelah kematian Salomo tahun 997 SM, itu menjadi tidak kuat. Argumen ini terlalu jauh menghubungkan dua peristiwa yang tidak berhubungan, yaitu perpecahan bangsa Israel, dengan deportasi suku Naftali di abad 8-7 SM yang dilakukan oleh Raja Asyur, yang sudah jelas disebut namanya di dalam Kitab itu sendiri. Tentu saja, dengan asumsi alokasi kisah Tobit dalam jangka waktu sejarah yang tidak tepat, akan menghasilkan banyak pertanyaan- pertanyaan lain yang sepertinya menjadi tidak cocok, seperti sepertinya tentang umur Tobit. (Dengan asumsi tersebut, Tobit sepertinya berumur lebih dari 257 tahun, padahal ditulis di Tob 13:1-3 bahwa Tobit wafat di usia 112 tahun). Orang-orang ini kemudian menyimpulkan bahwa kitab Tobit tidak otentik, karena tidak sesuai dengan data sejarah. Padahal sebenarnya, asumsi mereka sendiri yang tidak akurat, karena tidak tepat dalam menghubungkan apa yang tertulis dalam Kitab Tobit, dengan fakta sejarah yang ada.
Maka argumen ini keliru, sebab deportasi suku Naftali tidak terjadi pada pemberontakan suku-suku utara Israel di zaman setelah kematian Raja Salomo (sekitar abad 10 SM), tetapi terjadi di sekitar dua sampai tiga abad sesudahnya, yaitu di zaman Raja Asyur yang bernama Salmaneser (Enemesarrus), sebagaimana dicatat dalam Kitab Tobit itu, yang mengacu kepada Raja Sargon II. Pada zaman Raja Salmaneser itulah (sekitar abad 8-7 SM), Tobit dideportasi dari kampung halamannya di Tisbe (di daerah Galilea) ke Niniwe. Nenek Tobit yang bernama Debora, telah mengajar Tobit sejak ia masih kanak-kanak, untuk mentaati hukum Taurat. Maka meskipun seluruh suku Naftali menyembah Baal dan patung banteng emas yang telah dibuat oleh Raja Yeroboam di Dan, Tobit tetap setia berziarah ke Yerusalem.

3. Kitab Tobit tidak historis karena mencatat hal-hal supernatural?

Selanjutnya, para ahli Kitab Suci yang beraliran rationalis menolak kitab Tobit, karena melihat bahwa di kitab tersebut dicatat hal-hal yang sifatnya supernatural, seperti adanya malaikat, setan, mukjizat, nubuat, dst. Para rasionalis tersebut menganggap hal-hal ini sebagai tahyul sebab tak dapat dibuktikan secara empiris ataupun secara ilmiah; oleh karena itu mereka meragukan historisitas kitab Tobit. Namun sejujurnya, dalam seluruh Kitab Suci hal-hal yang sifatnya supernatural ini (adanya malaikat, setan, mukjizat, nubuat) disebutkan di banyak ayat dan kitab-kitab lainnya dalam Kitab Suci, dan bukan hanya dalam Kitab Tobit. Maka adalah sesuatu yang tidak konsisten, jika kitab Tobit ditolak karena menyebutkan tentang hal-hal ini; sebab jika prinsip ini yang dipakai, seseorang dapat sampai pada keputusan untuk menolak hampir keseluruhan Kitab Suci.
Akhirnya, mari kita melihat juga bahwa Kitab Tobit ini sudah sejak awal tergabung dalam Kitab Septuaginta (sekarang dikenal sebagai bagian dari kitab-kitab Deuterokanonika), dan sudah diterima oleh Gereja sejak abad- abad awal sebagai Kitab yang diinspirasikan oleh Roh Kudus. Gereja Katolik menerima kitab Tobit (dan kitab-kitab Deuterokanonika lainnya), karena memang kitab-kitab tersebut tergabung dan menjadi kesatuan dengan kitab-kitab Perjanjian Lama.
Selanjutnya tentang kitab-kitab Deuterokanonika, silakan membaca di artikel-artikel berikut ini:

PRIBAHASA SUNDA

Paribasa atau pepatah yang sudah diinformasikan secara lisan turun temurun dari para leluhur (karuhun) untuk bekal menjalani kehidupan.
  1. Hubungan Dengan Sesama Mahluk 
    • Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek (Trust - ngak boleh korupsi, maling, nilep, dlsb... kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya).
    • Sacangreud pageuh sagolek pangkek (Commitment, menepati janji & consitent).
    • Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina (integrity harus mengikuti etika yang ada)
    • Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang (communication skill, berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun).
    • Kudu hade gogod hade tagog (Appearance harus dijaga agar punya performance yg okeh dan harus consitent dengan perilakunya --> John Robert Power melakukan training ini mereka punya Personality Training, dlsb).
    • Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).
    • Pondok jodo panjang baraya (siapapun walopun jodo kita tetap persaudaraan harus tetap dijaga)
    • Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dlsb).
    • Bengkung ngariung bongok ngaronyok (team works & solidarity dalam hal menghadapi kesulitan/ problems/ masalah harus di solve bersama).
    • Bobot pangayun timbang taraju (Logic, semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan fairness, logic, common sense, dlsb)
    • Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang (Vision, Mission, Goal, Directions, dlsb... kudu ada tujuan yg jelas sebelum melangkah).
    • Kudu nepi memeh indit (Planning & Simulation... harus tiba sebelum berangkat, make sure semuanya di prepare dulu).
    • Taraje nangeuh dulang pinande (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).
    • Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan).
    • Ulah ngukur baju sasereg awak (Objektivitas, jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri).
    • Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah/ rakyat jelata)
    • Ulah keok memeh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).
    • Kudu bisa kabulu kabale (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri).
    • Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih (Research & Development, Ngulik, Ngoprek, segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan).
    • Cai karacak ninggang batu laun laun jadi dekok (Persistent, keukeuh, semangat pantang mundur).
    • Neangan luang tipapada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain).
    • Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth).
    • Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).
    • Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu diteang (maju terus pantang mundur).
    • Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work).
    • dlsb.
  2. Hubungan Dengan Tuhan (Yang Maha Kuasa)
    • Mulih kajati mulang kaasal (semuanya berasal dari Yang Maha Kuasa yang maha murbeng alam, semua orang akan kembali keasalnya).
    • Dihin pinasti anyar pinanggih (semua kejadian telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa yang selalu menjaga hukum-hukumnya).
    • Melak cabe jadi cabe melak bonteng jadi bonteng, melak hade jadi hade melak goreng jadi goreng (Hukum Yang Maha Kuasa adalah selalu menjaga hukum-2nya, apa yang ditanam itulah yang dituai, kalau kita menanam kebaikan walaupun sekecil elektron tetep akan dibalas kebaikan pula, kalau kita menanam keburukan maka keburukan pula yg didapat.... kira-2 apa yang sudah kita tanam selama ini sampai-2 Indonesia nyungseb seeeeeb ;))? )
    • Manuk hiber ku jangjangna jalma hirup ku akalna (Gunakan akal dalam melangkah, buat apa Yang Maha Kuasa menciptakan akal kalau tidak digunakan sebagai mestinya).
    • Nimu luang tina burang (semua kejadian pasti ada hikmah/ manfaatnya apabila kita bisa menyikapinya dengan cara yang positive).
    • Omat urang kudu bisa ngaji diri (kita harus bisa mengkaji diri sendiri jangan suka menyalahkan orang lain)
    • Urang kudu jadi ajug ulah jadi lilin (Jangan sampai kita terbakar oleh ucapan kita, misalnya kita memberikan nasihat yagn baik kepada orang lain tapi dalam kenyataan sehari- hari kita terbakar oleh nasihat-2 yang kita berikan kepada yang lain tsb, seperti layaknya lilin yang memberikan penerangan tapi ikut terbakar abis bersama api yang dihasilkan).
    • dlsb.
  3. Hubungan Dengan Alam
    • Gunung teu meunang di lebur, sagara teu meunang di ruksak, buyut teu meunang di rempak (Sustainable Development ~ Gunung tidak boleh dihancurkan, laut tidak boleh dirusak dan sejarah tidak boleh dilupakan... harus serasi dengan alam.).
    • Tatangkalan dileuweung teh kudu di pupusti (Pepohonan di hutan ituh harus di hormati, harus dibedakan istilah dipupusti (dihormati) dengan dipigusti (di Tuhankan) banyak yang salah arti disini).
    • Leuweung ruksak, cai beak, manusa balangsak (hutan harus dijaga, sumber air harus dimaintain kalo tidak maka manusia akan sengsara).
    • dlsb.
Sumber: Papatah Kolot (Pepatah Orang Tua) beredar di kampung-2 adat Sunda, dlsb.
 
Nah prinsip-2 tersebut hanya akan menjadi nilai-2 yang hampa dan kosong tidak berarti apa-2 apabila tidak dilaksanakan. Negara- negara yang sudah maju tentunya mereka telah melaksanakan nilai- nilai universal tersebut di atas dan memperoleh/ menuai apa yang mereka tanam/ laksanakan.

WAYANG GOLEK

WAYANG GOLEK
 
Perkataan wayang berasal dari Wad an Hyang, artinya ¿leluhur¿,tapi ada juga yang berpendapat yaitu dari kata¿bayangan¿. Adapun yang berpendapat bahwa wayang berasal dari negri India mungkin melihat dari asal ceritanya yaitu mengambil dari cerita Ramayana dan Mahabrata (berasal dari Kitab Suci Hindu). Tetapi selanjutnya cerita-cerita itu diubah dan direkayasa disesuaikan dengan kebudayaan di Jawa. Di Jawa Barat seni wayang dinamakan ¿Wayang Golek¿. Artinya, menjalankan seni wayang dengan menggunakan boneka terbuat dari kayu hampir menyerupai muka dan tubuh sosok manusia gambaran wayang. Ada empat macam figure pada wayang golek, yaitu; figure Rahwana ( goleknya memakai makuta dengan model sekar kluwih dan ukirannya menyerupai ukiran jaman Kerajaan Pajajaran dan Mataram dengan keturunannya yaitu; Suyudana dan Dursasana), figure Arjuna (menggambarkan sosok pejuang sejati yang tampan dan gagah berani ¿ bajunya memakai supit urang ¿ seangkatannya seperti ; Bima dan Gatotkaca), figure Garuda Mungkur (direka muka garuda dengan lidahnya keluar), figure Bineka Sari (seperti pohon cemara disusun ke atas seperti pada wayang Kresna, Baladewa, Arimbi, Rama dan Indra, figure Kuluk, asesoris bajunya memakai gambar garuda atau sumping seperti terdapat pada wayang Batara guru, Karna dan Kumbangkarna. Figur-figur wayang golek tersebut dibuat ada yang menggunakan patokan (ugaran) dan berdasarekan seni bakatnya sendiri (berdasarkan selera masing-masing). Pembuat wayang selama ini terdapat di daerah Bogor (selacau ¿ Batujajar) dan Cibiru ¿ Bandung.
Bagian-bagian seni wayang golek terdiri dari : Dalang (yang memainkan boneka ¿ golek berdasarkan ceritanya), goleknya itu sendiri (jumlahnya ratusan), nayaga ¿group atau orang yang memainkan gamelan, kendang, goong, rebab (alat musk gesek) dan juru kawih serta juru alok). SEmua bagian tersebut menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Satudengan lainnya bersinergi sesuai irama dan jalan ceritannya.

Pertunjukan wayang biasanya dilakukan pada saat adanya kenduri baik kawinan maupun hajatan sunatan, Agustusan atau karena hal tertentu (bisanya ini dinamakan ruwatan). Waktunya bisa semalam suntuk atau hanya beberapa jama saja. Isi ceritanya ada yang menganut prinsip galur (diambil secara utuh berdasarkan cerita Ramayana dan Mahabrata) dan ada yang menggunakan prinsip sempalan (mengambil bagian-bagian tertentu yang biasanya menarik penonton seperti; peperangan, dan dialog humor).

Pertujukan wayang yang menggunakan prinsip galur waktunya semalam suntuk sedangkan yang sempalan biasanya hanya satu sampai dua jam saja. Apalagi apabila pertunjukannya melalui media televise yang jamtayangnya sangat terbatas mungkin hanya 45 menit saja. Dalam kondisi masyarakat yang aktifitas socialnya tinggi dan menuntut waktu serba cepat, maka pertunjukan yang singkat tapi padat ceritanya dan dialog humornya menarik akan sangat diminati dibandingkan yang menggunakan jalan cerita prinsip galur ¿ dengan lama hingga waktu subuh. Bagi masyarakat dari golongan generasi tua dan fanatic terhadapprinsip galur wayang ia akan menyenangi jalan cerita aslinya walaupun ia dengar dan lihat berulang-ulang. Tapi, bagi generasi muda yang haus hiburan serba instant, maka cerita-cerita sempalan adalah paling disukai.

Berapa jumlah tokoh wayang yang juga sekaligus jumlah boneka wayangnya ? Jawabnya, bahwa menurut R.Gunawan Djajakusumah terdapat 623 tokoh wayang dan tidak semuanya terpangpang dalam satu pertunjukan.

Menurut pengamatan kami (redaksi) dalam satu pertunjukan biasanya menghadirkan antara 20 sampai 30 boneka wayang dan yang sering muncul kebanyakan figure-figur yang akrab di masyarakat seperti; arjuna, pandawa lima khsusnya ¿siCepot¿, gatotkaca, bima, rahwana, anggota pasukan Kurawa.

Jumlah dalang yang tercatat hingga tahun 2002 ini diperkirakan jumlahnya tidak melebih seratusan dan yang digemari masyarakat adalah seperti; Asep Sunarya, Ade Sunarya, Dede Amung. Dalang-dalang ini memiliki kamampuan teknis memainkan wayang yang tinggi, mampu melantunkan jalan ceritanya, sentilan humornya menarik dan komunikatif dengan penonton.
Banyak orang beranggapan bahwa seni wayang berasal dari Negeri India. Padahal menurut R.Gunawan Djajakusumah dalam bukunya Pengenalan Wayang Golek Purwa di Jawa Barat, hal itu tidak benar. Menurutnya, wayang adalah kebudayaan asli Indonesia (khususnya di Pulau Jawa).

YAYASAN TRIMULYA CIGUGUR KUNINGAN

Berdiri pada tahun 1959, Yayasan Tri Mulya memusatkan perhatian pada bidang pendidikan dan kebudayaan. Dengan berpegang pada peribahasa: “Pakena Gawe Rahayu Pikeun Heubeul Jaya di Buwana”, yg bermakna ‘Melakukan perbuatan baik demi kesentosaan di dunia’. Yayasan Tri Mulya menjadikan spiritualitas budaya leluhur sebagai landasan untuk mengembangkan budaya estetika dan logika. Selain menjalin kerjasama dengan berbagai masyarakat adat di seluruh nusantara, Yayasan Tri Mulya juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi kebudayaan dan sosial yg bertujuan menciptakan pemahaman akan keragaman budaya dan agama demi terwujudnya perdamaian. Perhatian pada bidang budaya diwujudkan dengan pemeliharaan dan penugasan Gedung Paseban Tri Panca Tunggal. Gedung ini dimanfaatkan baik untuk mencapai tujuan2 pendidikan maupun kebudayaan, yaitu:
1. Sebagai surat penyelenggaraan Upacara Seren Taun yg digelar tiap tahun.
2. Sebagai tempat untuk menyimpan benda2 bersejarah. Seperti:
a. Macam2 senjata, yaitu keris, tombak, dsb.
b. Koleksi alat2 kesenian daerah dari masa lampau dan perkembangannya.
3. Sebagai perpustakaan
a. Buku2 sejarah
b. Buku2 keagamaan/kepercayaan dari setiap agama dan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.
4. Sbg pusat perkembangan seni budaya.
a. Latihan karawitan
b. Seni tari daerah
c. Kerajinan
Kegiatan2 yg pernah diselenggarakan: pameran kepurbakalaan kuningan (kuningan,1972), trlibat dlm pmbangunan Taman Purbakala Cipari kuningan(1975), dialog tokoh agama dan adat se-Nusantara (kuningan,mar’99), lokakarya&seminar nasional tokoh agama&masyarakat adat serta kepercayaan(JKT,AGUSTUS 2000), lokakarya elemen bangsa(kuningan,april 2001), diskusi kala sunda dan pagelaran seni klasik JABAR(kuningan 2003), pemugaran gedung cagar budaya nasiona paseban tri panca tunggal(kuningan 2006-2008), pameran batik tunggal(the sultan hotel, 2007) dll…
Ketua: P. Gumirat Barna Alam
Alamat: jln raya sukamulya cigugur-kuningan 45552
tlp/fax: 02320873351
e-mail: trimulya_cigugur@yahoo.com